Rosalia Yenita Widyaningrum
Pendidikan Matematika B/
12709251052
Kita
sebagai manusia beriman pastilah percaya bahwa kita adalah makhluk ciptaan
Tuhan yang sempurna. Mengapa sempurna? Jawabannya adalah karena kita makhluk
ciptaanNya yang terlahir dengan anugerah isimewa yang tidak dimiliki oleh
makhluk lain. Manusia mempunyai akal pikiran yang tidak dimiliki hewan atau
tumbuhan. Manusia memiliki akal dan pikiran yang membuatnya mampu berpikir
tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan anugerah yang ada, janganlah
manusia menjadi sombong dan merasa berkuasa atas makhluk ciptaan lain karena
kesombngan adalah kesalahan besar yng menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa.
Sebagai
makhluk yang berakal pikiran, kita juga harus beriman supaya apa yang kita
pikirkan dan kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaranNya. Agama adalah
sarana manusia dalam mengenal Tuhan dan
memahami segala perintah dan laranganNya dan doa adalah sarana manusia dalam
berkominikasi dengan Sang Pencipta.Walaupun ada berbagai macam agama, saya
percaya bahwa semuanya baik dan semuanya mengajarkan kebenaran dan keimanan
kita terhadap Tuhan. Agama adalah sarana manusia dalam mendekatkan diri pada
Tuhan dan mengenal ajaranNya.
Kita
tahu bahwa Tuhan itu Sang Pencipata yang menguasai segala yang ada di dunia
ini. Ajaran agama pastilah telah mengajarkan umat manusia untuk selalu berbakti
dan percaya padaNya. Diantara makhuk ciptaan yang lain, pastilah ada yang tidak
percaya padaNya. Tidak semua manusia percaya pada Tuhan. Merekalah yang disebut
atheis. Mungkin mereka tidak percaya karena mereka memang tidak pernah
bertatapan muka denganNya. Dengan adanya alasan tersebut, mereka tidak percaya
bahwa ada yang menguasai seuruh kehidupan di muka bumi ini.
Mungkin
kita juga belum pernah bertemu langsung dengan Tuhan. Namun mengapa kita
percaya? Mengapa doa-doa kita juga selalu dipanjatkan kepadaNya, padahal kita
juga belum pernah bertemu langsung dan belum pernah bertatapan muka denganNya.
Sisi sprirtualitas kita yang akan menjawabnya. Saya juga belum pernah bertemu
langsung dengan Tuhan dan juga orang-orang kudus yang ada di surga, namun
dengan segenap hati saya, saya percaya sepenuhnya bahwa mereka ada. Hal inilah
yang juga menjadi kepercayaan manusia beriman yang lainnya, tanpa memandang
agama yang dianutnya. Agama hanyalah sarana, namun semuaya mempunyai tujuan
yang sama.
Bagaimana
kita mempercayai mereka yang sudah tiada dan belum pernah kita lihat bentuk
fisiknya. Keyakinan hati dan ituisi yang membawa kita untuk percaya sepenuhnya
pada Tuhan. Hal ini juga didukung dengan apa yang termuat di dalam kitab suci,
kitab suci ajaran apapun akan mengajarkan kebaikan dan ajaran-ajaranNya dan
dengan kitab suci tersebut kita bisa semakin mengenalNya. Keyakinan terhadap
Tuhan diawali dengan intuisi yang kita tidak tahu kapan dimulainya keyakinan
tersebut di dalam diri kita.
Dengan
adanya ajaran Tuhan, kita sebagai manusia di dunia ini juga selayaknya selalu
bersandar padaNya. Doa adalah sarana komunikasi dengan Tuhan. Kepercayaan kita
lah yang membuat kita yakin bahwa Dia selalu mendengar doa kita, dan
kepercayaan kita lah yang membuat kita yakin bahwa Dialah sang sutradara dalam
kehidupan kita. Jangan lah keimanan kita hanya menjadi mitos dalam hidup kita. Kita
harus tahu dan yakin untuk apa kita perlu berdoa. Keyakinan kitalah yang akan
membantu menjawab semuanya. Kita tidak perlu bertemu dengan Tuhan untuk percaya
padaNya. Yang harus kita lakukan adalah senantiasa berbuat baik sesuai dengan
ajarannya, karena pada dasarnya percuma jika kita selalu berdoa dengan khusyuk
namun perbuatan kita tidak selaras dengan ajaranNya. Dengan hal ini, keimanan
kita hanyalah akan menjadi mitos karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya
adalah mati. Semoga kita sebagai makluk Tuhan selalu percaya padaNya dan selalu
menghadirkan Tuhan di dalam hati kita lewat segenap perbuatan kita terhadap
Tuhan dan sesama. Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya. Amin...
Pertanyaan :
Apakah keimanan kita itu dapt diukur?
Ataukah kita tidak perlu memikirkan tersebut karena yang perlu kita lakukan
adalah terus beriman dan berbuat baik
seturut kehendakNya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar