Senin, 17 Desember 2012

INISIATIF UNTUK MEMBANGUN DUNIA PIKIR


Rosalia Yenita Widyaningrum
Pendidikan Matematika B / 12709251052


            Kita semua adalah mahkluk ciptaanNya yang sempurna, yang dianugerahi dengan segenap kemampuan yang menjadikan kita istimewa. Kemampuan yang ada dalam diri kita adalah sebuah sarana yang digunakan dalam melengkapi dan mengisi hidup kita. Segala hal yang ada dalam hidup kita tidak terjdi secara otomatis, namun dapat terjadi karena adanya usaha yang kita lakukan. Segala yang kita punya memang anugerah dariNya, namun jika kita tidak berusaha anugerah juga tidak akan datang. Jadi, dapat dikatakan bahwa anugerah adalah hadiah atas usaha kita.
            Segala yang kita punya tidak akan datang secara tiba-tiba jatuh dari langit. Segalanya memerlukan usaha dan juga proses. Demikian halnya dengan pengetahuan yang kita punyai. Suatu pengetahuan yang kita miliki tidak mungkin datang secara tiba-tiba. Kita tahu karena kita berproses. Pengetahuan dapat berasal dari orang lain, dari media dari kehidupan sehari-hari dan juga dapat berasal dari kesalahan yang pernah kita lakukan. Pengetahuan kita tidak akan berkembang jika kita tidak punya inisiatif dan kemauan untuk terus mau belajar. Saya pernah menjadi seorang siswa, dan sekarangpun juga masih menjadi seorang siswa. Jika saya tidak mempunyai kemauan untuk belajar secara mandiri, maka pengetahuan yang saya punya tidak akan berkembang.
            Inisiatif membutuhkan motivasi. Jika kita tidak termotivasi, bagaimana kita akan mempunyai inisiatif. Inisiatif adalah langkah awal dalam membangun pengetahuan kita. Seperti cerita Pak Marsigit yang melakuan supervisi di SMP N 1 Balikapapan. Pada mulanya Pak Masigit belum mengetahui bagaimana kondisi yang ada di sana. Namun dengan inisiatif untuk mendatangi kantor dinas terlebih dahulu, pengetahuan beliau sedikit demi sedikit mulai berkembang. Terlebih lagi ketika menyaksikan bagaimana proses pembelajaran yang ada disana. Semakin lama pengetahuan beliau tentang SMP N 1 Balikpapan semakin berkembang, jika diumpamakan seperti pohon yang daunnya tumbuh subur dan sudah berbuah. Dengan demikian, Pak Marsigit memperoleh pengetahuannya melalui inisiatif. Hal itulah yang disebut dengan konstruktivisme.
            Dengan cerita dari beliau, yang dapat saya tangkap adalah bahwa pengetahuan itu berdimensi, pengetahuan itu berproses, dan pengetahuan itu memerlukan insiatif. Pengetahuan itu berproses, karena tahap kita mengetahui juga berproses. Pengetahuan itu memerlukan inisiatif karena inisiatif adalah langkah awal dalam membangun konstruksi pengetahuan dalam diri kita.
            Dengan adanya inisiatif yang ada, kita tidak hanya sekedar menjadi pengikut saja, namun kita juga mempunyai pendirian. Dengan pengalaman, kita dapat membentuk inisiatif dan kemudian dapat mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam diri kita sehingga menjadi semakin besar dan berkembang. Dengan demikian, pengetahuan yang kita miliki tidak bersifat statis dan mandeg, namun terus mengalami perkembangan dan semakin menjadikan kita makhluk ciptaanNya yang istimewa. Semoga kita dapat menjadi manusia yang semakin baik dari hari ke hari dan nantinya kita sebagai guru juga dapat semakin berinisiatif dalam menciptakan pembelajaran yang membuat siswanya berani untuk berinisiatif.

Pertanyaan :
Apakah inisiatif juga bersifat trial and error? Maksudnya bagaimana jika inisiatif kita ternyata berada di jalan yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar