Rosalia
Yenita Widyaningrum
Pendidikan
Matematika B / 12709251052
Kita
semua adalah mahkluk ciptaanNya yang sempurna, yang dianugerahi dengan segenap
kemampuan yang menjadikan kita istimewa. Kemampuan yang ada dalam diri kita
adalah sebuah sarana yang digunakan dalam melengkapi dan mengisi hidup kita. Segala
hal yang ada dalam hidup kita tidak terjdi secara otomatis, namun dapat terjadi
karena adanya usaha yang kita lakukan. Segala yang kita punya memang anugerah
dariNya, namun jika kita tidak berusaha anugerah juga tidak akan datang. Jadi,
dapat dikatakan bahwa anugerah adalah hadiah atas usaha kita.
Segala
yang kita punya tidak akan datang secara tiba-tiba jatuh dari langit. Segalanya
memerlukan usaha dan juga proses. Demikian halnya dengan pengetahuan yang kita
punyai. Suatu pengetahuan yang kita miliki tidak mungkin datang secara
tiba-tiba. Kita tahu karena kita berproses. Pengetahuan dapat berasal dari
orang lain, dari media dari kehidupan sehari-hari dan juga dapat berasal dari
kesalahan yang pernah kita lakukan. Pengetahuan kita tidak akan berkembang jika
kita tidak punya inisiatif dan kemauan untuk terus mau belajar. Saya pernah
menjadi seorang siswa, dan sekarangpun juga masih menjadi seorang siswa. Jika
saya tidak mempunyai kemauan untuk belajar secara mandiri, maka pengetahuan
yang saya punya tidak akan berkembang.
Inisiatif
membutuhkan motivasi. Jika kita tidak termotivasi, bagaimana kita akan
mempunyai inisiatif. Inisiatif adalah langkah awal dalam membangun pengetahuan
kita. Seperti cerita Pak Marsigit yang melakuan supervisi di SMP N 1
Balikapapan. Pada mulanya Pak Masigit belum mengetahui bagaimana kondisi yang
ada di sana. Namun dengan inisiatif untuk mendatangi kantor dinas terlebih
dahulu, pengetahuan beliau sedikit demi sedikit mulai berkembang. Terlebih lagi
ketika menyaksikan bagaimana proses pembelajaran yang ada disana. Semakin lama
pengetahuan beliau tentang SMP N 1 Balikpapan semakin berkembang, jika
diumpamakan seperti pohon yang daunnya tumbuh subur dan sudah berbuah. Dengan
demikian, Pak Marsigit memperoleh pengetahuannya melalui inisiatif. Hal itulah
yang disebut dengan konstruktivisme.
Dengan
cerita dari beliau, yang dapat saya tangkap adalah bahwa pengetahuan itu
berdimensi, pengetahuan itu berproses, dan pengetahuan itu memerlukan insiatif.
Pengetahuan itu berproses, karena tahap kita mengetahui juga berproses.
Pengetahuan itu memerlukan inisiatif karena inisiatif adalah langkah awal dalam
membangun konstruksi pengetahuan dalam diri kita.
Dengan
adanya inisiatif yang ada, kita tidak hanya sekedar menjadi pengikut saja,
namun kita juga mempunyai pendirian. Dengan pengalaman, kita dapat membentuk
inisiatif dan kemudian dapat mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam diri
kita sehingga menjadi semakin besar dan berkembang. Dengan demikian,
pengetahuan yang kita miliki tidak bersifat statis dan mandeg, namun terus mengalami perkembangan dan semakin menjadikan
kita makhluk ciptaanNya yang istimewa. Semoga kita dapat menjadi manusia yang
semakin baik dari hari ke hari dan nantinya kita sebagai guru juga dapat
semakin berinisiatif dalam menciptakan pembelajaran yang membuat siswanya
berani untuk berinisiatif.
Pertanyaan :
Apakah inisiatif juga bersifat trial and error? Maksudnya bagaimana jika
inisiatif kita ternyata berada di jalan yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar