Erlina Dwi Prasekti (12709251059)
Rosalia
Yenita Widyaningrum (12709251052)
Dua Hati Dua Cerita Satu Tujuan
Ini adalah hasil wawancara saya dengan Sdri, Erlina Dwi Prasekti. Kami memberinya judul Dua Hati Dua Cerita Satu Tujuan.
Bagaimana jika apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, padahal
kita merasa usaha yang kita lakukan sudah maksimal? Bagaimana kita seharusnya menyikapi
hal tersebut?
Jawaban:
Harapan tidak sesuai
dengan kenyataan, itulah yang disebut masalah. Apabila usaha kita sudah
maksimal, tapi masih timbul masalah maka teruslah berusaha. Jangan lupa, usaha
itu harus disertai dengan doa. Karena bagaimanapun kita berusaha bila tidak
diimbangi dengan doa maka tidak akan diridhoi oleh Tuhan. Manusia hanya bisa
berusaha, namun pada akhirnya Tuhan yang menentukan.
Tanggapan :
Pertanyaan ini
mengingatkan saya terhadap cerita saya sendiri. Terkadang dalam menghadapi
ujian, saya telah belajar mati-matian dan memaksimalkan waktu belajar saya
dengan harapan saya akan memperoleh nilai yang bagus pada ujian kali ini. Namun
ketika hasil ujian dibagikan, nilai yang saya peroleh tidak seperti yang saya
harapkan. Terkadang saya menjadi putus
asa dan tentu kecewa. Dari pesan Erlina, saya sadar bahwa jika hasil yang kita
harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, saya tidak boleh berhenti berusaha.
Mungkin dahulu ketika saya belajar
keras, saya telah melupakan kehadiran Tuhan. Pesan ini meningtakan saya untuk
selalu berusaha tanpa menyerah, namun juga tetap menyerahkan seluruh usaha saya
terhadap Tuhan.
Bagaimana kita menilai kemaksimalan usaha yang kita lakukan?
Jawaban:
Menurut saya usaha
maksimal apabila kita sudah mengoptimalkan segala potensi dan kemampuan yang
ada di dalam diri kita. Usaha maksimal juga bisa dinilai dari hasilnya. Bila
hasilnya sesuai dengan harapan dan hasilnya maksimal, maka usaha kita telah
maksimal.
Tanggapan :
Saya setuju dengan
pendapat Erlina bahwa maksimal itu dapat dilakukan dengan mengoptimalkan
potensi kita. Namun bagaimana dengan orang yang memang pada dasarnya pintar, sehingga
ketika menghadapi ujian dia tidak perlu belajar terlalu keras. Dengan kapasitas
belajar yang biasa-biasa saja, dia dapat mencapai hasil yang maksimal.
Sebaliknya orang yang sudah mati-matian belajar namun hasilnya tidlurak
maksimal. Jadi apakah hasil dapat mengukur kemaksimalan usaha kita?
Menurut Anda, usaha yang bagaimana yang diridhoi oleh Tuhan YME? Bagaimana jika
seseorang yang mencuri, namun hasil curiannya dibagikan kepada orang yang
membutuhkan. Apakah kita bisa membenarkan tindakan tersebut?
Jawaban:
Usaha yang diridhoi
oleh Tuhan adalah usaha untuk mencapai tujuan yang tidak bertentangan dengan
perintah Tuhan. Selain itu juga usaha itu dilakukan dengan cara yang baik dan
benar, dalam arti tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Meskipun tujuannya
baik, bila jalannya tidak baik maka tidak akan dibenarkan.
Maka dari itu bila ada
seseorang yang mencuri tapi hasilnya untuk dibagikan itu tidak dibenarkan. Tidak
ada ajaran apapun yang membenarkan orang mencuri. Ketika dia mencuri, maka dia
sudah bertentangan dengan perintah Tuhan. Berarti mencuri itu tidak dibenarkan,
baik itu secara keyakinan maupun norma masyarakat.
Tanggapan :
Memang benar tidak ada
ajaran agama manapun yang mengajarkan untuk mencuri, walaupun itu dilakukan
dengan alasan kebaikan. Jadi, ajaran agama harus kita pegang teguh sebagai
pedoman hidup kita.
Mengapa hidup adalah usaha?
Jawaban:
Hidup itu merupakan
usaha untuk menggapai apa yang ada dan yang mungkin ada. hal yang ada dan yang
mungkin ada itu tidak akan habisnya untuk kita gapai. Sepanjang hidup orang
akan berusaha menggapai segala hal itu. Orang berusaha maka ia hidup dan bila
orang berhenti berusaha maka ia tidak hidup (mitos). Hidup juga adalah usaha
untuk mempertahankan hidup. Maka orang yang putus asa berarti ia tidak hidup.
Tanggapan:
Pendapat Erlina mengingatkan
saya bahwa usaha juga dalam hidup juga sebagai ikhtiar kita sebagai manusia. Ikhtiar
adalah salah satu tugas kita sebagai manusia di dunia.
Bagaimana Anda menilai bahwa usaha adalah suatu proses untuk menuju ke arah
yang lebih baik?
Jawaban:
Untuk menggapai apa
yang kita inginkan adalah dengan berdoa dan berusaha. Bila kita berusaha untuk
menggapai apa yang kita inginkan berarti kita hidup. Usaha kita akan
menunjukkan kita mengada. Bila kita terus memikirkan tujuan kita maka kita akan
terus memperbaiki hal yang sudah kita capai. Hal itu akan memperbaiki apa yang
telah kita lakukan agar menjadi lebih baik.
Tanggapan :
Hal ini mengingatkan
saya pada elegi-elegi yang pernah saya baca. Bahwa hidup kita di dunia ini
hanya berusaha menggapai keberhasilan, karena keterbatasan kita sebagai manusia.
Usaha kita adalah kegiatan kita dalam berusaha menggapai.
Bagaimana Anda menilai orang yang lebih mementingkan hasil daripada proses?
Karena toh tujuan akhir dari proses yang kita lakukan adalah untuk mencapai
hasil?
Jawaban:
Tujuan dari suatu
proses memang hasil. Akan tetapi bila dicapai dengan proses yang tidak benar
maka hasilnya akan dianggap tidak benar. Orang bisa menggunakan segala cara
untuk mencapai tujuannya, baik itu dengan cara yang benar maupun tidak benar.
Tanggapan :
Proses itu adalah rangkaian
kita dalam berusaha menggapai apa yang kita ingin capai, tentunya dalam artian
hal yang positif. Saya setuju dengan pendapat Erlina karena dengan berproses
kita telah belajar.
Apakah meramal masa
depan itu dapat dinilai sebagai usaha yang mendahului kuasa Tuhan?
Jawaban:
Kita dapat menggapai
segala yang ada dan yang mungkin ada dengan berusaha dan berdoa. Dengan
demikian, ketika kita boleh saja meramal segala hal yang ada dan yang mungkin
ada itu. Tapi kita jangan terlalu percaya dengan hal tersebut. Karena
bagaimanapun segala sesuatu itu ditentukan oleh Tuhan.
Tanggapan :
Acara ramal-meramal
biasanya disiarkan di televisi menjelang pergantian tahun. Saya juga jadi
bertanya-tanya, apakah hal tersebut dinilai sebagai hal yang mendahului kuasa
Tuhan. Jawaban Erlina ada benarnya juga. Walaupun manusia dapat meramalkan,
namun kita tetap berpegang teguh kepada kuasa Tuhan. Dialah yang akan
menentukan segalanya.
Bagaimana kita harus bersikap supaya apa
yang telah kita lakukan tidak hanya menjadi mitos belaka?
Jawaban:
Agar tidak menjadi
mitos, maka kita tidak bisa diam. Kita harus terus berpikir apakah yang telah
kita lakukan itu benar. Dengan begitu kita akan terus memperbaiki kualitas dari
tindakan dan tujuan kita.
Tanggapan :
Mitos adalah berhentinya
usaha kita. Agar tidak menjadi mitos belaka, kita berkewajiban untuk semakin
mengembangkan diri kita agar pengetahuan yang kita punya tidak hanya menjadi
sesuatu statis kemudian pada akhirnya kita melupakan hal tersebut. Jawaban Erlina
mengingatkan saya untuk tidak berhenti berusaha.
Apakah usaha-usaha yang kita lakukan ada batasannya? Jika ada, kapan kah kita
akan berhenti berusaha?
Jawaban:
Tidak ada batasan untuk
berusaha. Ketika kita berhentu berusaha maka usaha kita akan menjadi mitos.
Jika kita merasa bahwa usaha kita sudah maksimal dan kita merasa puas dengan
hasilnya, maka hasilnya itu akan menjadi mitos belaka karena kita telah
berhenti untuk memikirkannya dan mengusahakannya. Ketika kita berpikir tentang
hasilnya maka kita tidak akan merasa puas dengan pencapaian kita. Dengan itu
maka kita akan terus berusaha untuk memperbaikinya. Hidup adalah memikirkan hal
yang ada dan yang mungkin ada. sehingga sepanjang hidup kita tidak akan habis
untuk memikirkan hal yang ada dan yang mungkin ada. maka dari itu tidak akan
ada habisnya usaha kita untuk menggapai hal yang ada dan yang mungkin ada itu.
Tanggapan :
Jawaban Erlina kembali mengingatkan
saya untuk tidak berhenti berusaha. Usaha tidak ada yang sia-sia. Usaha ada
kewajiban kita sebagai mahkluk Tuhan. Terimakasih Erlina.
Bagaimana kita menjaga keseimbangan antara usaha dan hasil?
Jawaban:
Usaha yang dilakukan
dengan seoptimal mungkin maka akan medapat hasil yang maksimal. Agar usaha yang
kita lakukan dapat memperoleh hasil yang maksimal, maka teruslah berusaha dan
jangan lupa berdoa. Karena manusia hanya bisa berusaha, yang menentukan
hasilnya adalah Tuhan. Ketika kita berusaha dengan sepenuh hati, maka Tuhan
pasti akan melihat usaha kita.
Tanggapan
Saya
setuju dengan jawaban Erlina. Doa menjadi perantara kita antara usaha dan
hasil. Sudah selayaknya kita meminta restu kepada Tuhan agar segala usaha kita
adalah usaha baik di hadapanNya. Terimakasih Erlina, semoga kita selalu dapat
meningkatkan keimanan kita terhadap Tuhan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar