Rosalia
Yenita Widyaningrum
Pendidikan
matematika B / 12709251052
sebuah refleksi perkuliahan Filsafat Ilmu
Memahami
filsafat tidak lepas dari pikiran para filsuf, dan tidak mudah memahami pemikiran mereka. Pikiran dan ide
para filsuf selalu mengalami perkembangan dan pendapat antara filsuf yang satu
dengan filsuf yang lain berbeda. Pendapat para filsuf adalah pijakan bagi kita dalam memikirkan segala yang ada
dan yang mungkin ada. Plato dengan idealismenya, Rene Descartes, Leibniz, dan
Blaise Pascal dengan rasionalismenya, Thomas Hobbes, David Hume, John Locke
dengan empirismenya, Imauel Kant dengan critisismnya, Aguste Compte dengan
positivismenya, dan masih banyak filsuf lain yang mungkin belum kebanyakan
orang ketahui. Orang-orang tersebut hidup di zaman dahulu dan kita belum pernah
bertemu dengan mereka. Lantas mengapa kita bisa mengenal mereka? Ya, kita bisa
mengenal mereka melalui pemikiran-pemikirannya.
Elegi
yang dibuat oleh Pak Marsigit juga berisikan pendapat-pendapat para ahli yang
dirancang sedemikian rupa sehingga kita bisa mengkonstruksi filsafat kita
sendiri. Dengan membaca elegi, saya dan teman-teman yang lain pastinya juga
bisa memperlajari aliran-aliran para filsuf. Dalam belajar filsafat, kita juga
tidak bisa menelan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh para filsuf. Para
filsuf tersebut mempunyai aliran dan pemikiran yang berbeda-beda dan terkadang
saling bertentangan antara aliran yang satu dengan aliran yang lain. Dalam
mempelajari filsafat, kita juga harus mencoba mensintesikan pikiran para filsuf
seperti dalam tugas akhir yang diberikan oleh Pak Marsigit dalam perkuliahan
Filsafat Ilmu.
Dalam membuat tugas tersebut, pastilah banyak
sumber yang saya gunakan untuk mendukung tulisan saya. Ada yang berbentuk pdf,
ada sumber dari buku, ada pula yang berasal dari blog seseorang, dan setelah
selesai menyelesaikan tugas, saya mengumpulkannya dengan perasaan lega. Namun
ternyata, masih ada kekeliruan yang saya lakukan dalam membuat tugas tersebut.
Kekeliruan yang saya lakukan adalah merujuk dari sumber yang kurang tepat.
Rujukan
sumber ternyata harus bersifat ilmiah. Maksud dari ilmiah disini adalah
sumber-sumber yang meyakinkan dan layak dipercaya. Jika kita merujuk sumber
dari blog seseorang yang namanya saja kita masih asing, maka sumber tersebut
belum bisa dikatakan ilmiah. Banyak blog yang dibuat oleh orang-orang yang
kurang kompeten di bidangnya, dan sekarang semua orang bisa membuat blog. Maka
sumber blog pun belum bisa digunakan sebagai rujukan dan masih bersifat kurang
ilmiah. Lalu bagaimana dengan sumber yang berupa makalah? Sumber yang berupa
makalahpun juga harus diteliti, apakah makalah tersebut pernah diseminarkan
atau belum, jika makalah tersebut kita ketahui pernah disampaikan dalam suatu
kegiatan, maka makalah tersebut dapat digunakan, namun jika tidak sumber
tersebut masih dikatakan kurang ilmiah.
Sumber
yang aman digunakan adalah sumber yang berupa jurnal, terlebih jurnal yang telah
terakreditasi. Jurnal yang telah terakditasi telah diyakini bersifat ilmiah
sehingga dapat digunakan sebagai rujukan. Sumber yang berasal dari buku pun
harus kita waspadai siapa pengarangnya, karena banyak oknum yang membuat buku
dengan tujuan ingin mencari uang dan bekerja sama dengan penerbit. Maka, kita
harus waspada, siapa pengarag buku tersebut, apakah sesuai dengan bidang
kependidikannya atau tidak.
Intinya kita harus
berhati-hati dalam merujuk sumber bacaan. Kualitas tulisan kita dilihat dari
sumber yang kita gunakan, kualias sumber kita dilihat dari pengarangnya, dan
kualitas pengarangnya dilihat dari sepak terjangnya dalam bidang yang
ditulisnya dan karya-karya yang pernah dihasilkannya. Semoga kita semakin
belajar dan dapat belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan.
Pertanyaan :
Jurnal dianggap sebagai sumber yang
ilmiah, namun bagaimana jika ternyata jurnal tersebut juga dibuat oleh sembarang
orang dan kurang berkompeten,apakah hal tersebut tetap dapat digunakan sebagai
sumber ilmiah? Bagaimana cara kita memilih sebuah jurnal agar dapat kita
percayai kebenarannya? Terimakasih pak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar