Jumat, 11 Januari 2013

SUMBER ILMIAH PENDUKUNG PEMAHAMAN BERFILSAFAT


Rosalia Yenita Widyaningrum
Pendidikan matematika B / 12709251052
sebuah refleksi perkuliahan Filsafat Ilmu 

            Memahami filsafat tidak lepas dari pikiran para filsuf, dan tidak mudah  memahami pemikiran mereka. Pikiran dan ide para filsuf selalu mengalami perkembangan dan pendapat antara filsuf yang satu dengan filsuf yang lain berbeda. Pendapat para filsuf adalah pijakan  bagi kita dalam memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada. Plato dengan idealismenya, Rene Descartes, Leibniz, dan Blaise Pascal dengan rasionalismenya, Thomas Hobbes, David Hume, John Locke dengan empirismenya, Imauel Kant dengan critisismnya, Aguste Compte dengan positivismenya, dan masih banyak filsuf lain yang mungkin belum kebanyakan orang ketahui. Orang-orang tersebut hidup di zaman dahulu dan kita belum pernah bertemu dengan mereka. Lantas mengapa kita bisa mengenal mereka? Ya, kita bisa mengenal mereka melalui pemikiran-pemikirannya.
            Elegi yang dibuat oleh Pak Marsigit juga berisikan pendapat-pendapat para ahli yang dirancang sedemikian rupa sehingga kita bisa mengkonstruksi filsafat kita sendiri. Dengan membaca elegi, saya dan teman-teman yang lain pastinya juga bisa memperlajari aliran-aliran para filsuf. Dalam belajar filsafat, kita juga tidak bisa menelan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh para filsuf. Para filsuf tersebut mempunyai aliran dan pemikiran yang berbeda-beda dan terkadang saling bertentangan antara aliran yang satu dengan aliran yang lain. Dalam mempelajari filsafat, kita juga harus mencoba mensintesikan pikiran para filsuf seperti dalam tugas akhir yang diberikan oleh Pak Marsigit dalam perkuliahan Filsafat Ilmu.
            Dalam  membuat tugas tersebut, pastilah banyak sumber yang saya gunakan untuk mendukung tulisan saya. Ada yang berbentuk pdf, ada sumber dari buku, ada pula yang berasal dari blog seseorang, dan setelah selesai menyelesaikan tugas, saya mengumpulkannya dengan perasaan lega. Namun ternyata, masih ada kekeliruan yang saya lakukan dalam membuat tugas tersebut. Kekeliruan yang saya lakukan adalah merujuk dari sumber yang kurang tepat.
             Rujukan sumber ternyata harus bersifat ilmiah. Maksud dari ilmiah disini adalah sumber-sumber yang meyakinkan dan layak dipercaya. Jika kita merujuk sumber dari blog seseorang yang namanya saja kita masih asing, maka sumber tersebut belum bisa dikatakan ilmiah. Banyak blog yang dibuat oleh orang-orang yang kurang kompeten di bidangnya, dan sekarang semua orang bisa membuat blog. Maka sumber blog pun belum bisa digunakan sebagai rujukan dan masih bersifat kurang ilmiah. Lalu bagaimana dengan sumber yang berupa makalah? Sumber yang berupa makalahpun juga harus diteliti, apakah makalah tersebut pernah diseminarkan atau belum, jika makalah tersebut kita ketahui pernah disampaikan dalam suatu kegiatan, maka makalah tersebut dapat digunakan, namun jika tidak sumber tersebut masih dikatakan kurang ilmiah.
         Sumber yang aman digunakan adalah sumber yang berupa jurnal, terlebih jurnal yang telah terakreditasi. Jurnal yang telah terakditasi telah diyakini bersifat ilmiah sehingga dapat digunakan sebagai rujukan. Sumber yang berasal dari buku pun harus kita waspadai siapa pengarangnya, karena banyak oknum yang membuat buku dengan tujuan ingin mencari uang dan bekerja sama dengan penerbit. Maka, kita harus waspada, siapa pengarag buku tersebut, apakah sesuai dengan bidang kependidikannya atau tidak.
  Intinya kita harus berhati-hati dalam merujuk sumber bacaan. Kualitas tulisan kita dilihat dari sumber yang kita gunakan, kualias sumber kita dilihat dari pengarangnya, dan kualitas pengarangnya dilihat dari sepak terjangnya dalam bidang yang ditulisnya dan karya-karya yang pernah dihasilkannya. Semoga kita semakin belajar dan dapat belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan.

Pertanyaan :
Jurnal dianggap sebagai sumber yang ilmiah, namun bagaimana jika ternyata jurnal tersebut juga dibuat oleh sembarang orang dan kurang berkompeten,apakah hal tersebut tetap dapat digunakan sebagai sumber ilmiah? Bagaimana cara kita memilih sebuah jurnal agar dapat kita percayai kebenarannya? Terimakasih pak...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar